Selasa, 03 Juli 2012

Cara Mempercepat Loading Komputer Windows

Saya yakin, anda di rumah saat ini sudah mempunyai minimal sebah PC untuk bisa anda gunakan bekerja ataupun bermain internet. Nah, tak jarang pula dari anda sering mengeluhnya mulai lemotnya laptop ataupun PC anda di rumah.
Cara Mudah Untuk Mempercepat Loading Komputer Windows Images
Seiring dengan umur laptop dan PC yang sudah berumur beberapa tahun memungkinkan kinerja laptop dan PC kita juga menurun secara perlahan. Sering lemot jika laptop kita sedang loading ataupun sedang membuka dokumen-dokumen banyak dalam waktu bersamaan. Nah, di kesempatan kali ini saya akan mencoba memberikan beberapa tips kepada anda tentang bagaimana cara membuat agar laptop tidak lemot.
Berikut ini adalah beberapa tips agar komputer/laptop lemot anda berubah menjadi lebih cepat:
  1. Periksa program-program yang otomatis berjalan dengan Windows.
  2. Hapus icon di desktop yang tidak penting.
  3. Defragment hardisk.
  4. Mematikan service yang tidak terpakai, termasuk service yang terhubung ke internet.
  5. Matikan beberapa efek Visual Windows.
  6. Scan komputer/Laptop dari Virus, Spyware, trojan dan sejenisnya menggunakan Anti Virus yang terpercaya.
Semoga tips diatas bisa memudahkan pekerjaan, pc, laptop anda kembali bekerja seperti semula saat dibeli.

Cara Mendeteksi Pencuri Koneksi Jaringan Wifi

Pertama dan paling sederhana yang dapat dilakukan adalah memeriksa koneksi jaringan wireless dan lihat apakah aman. Ketika menginstal router, Anda diberi pilihan pengaturan kunci wireless encryption protocol (WEP). Pada dasarnya ini adalah metode sandi yang dilindungi untuk log on ke jaringan wireless Anda sendiri. Jika Anda tidak memilikinya, berarti Anda mengoperasikan jaringan secara terbuka. Itu berarti siapa saja dalam jangkauan dapat menggunakan wireless Anda secara gratis. Meskipun ini bukan hacking, namun masih bisa diperdebatkan apakah ini sebenarnya mencuri. Dalam kasus manapun, jika Anda tidak memiliki kunci WEP, maka Anda rentan terhadap pengakses koneksi jaringan WiFi liar. 

Bahkan jika Anda memiliki kunci WEP, itu tidak berarti tetangga Anda tidak dapat melewati hal tersebut. Untuk menentukan apakah seseorang login ke jaringan wireless Anda, Anda dapat melakukannya dengan memeriksa log jaringan wireless Anda tersebut. Untuk melakukannya, klik Start Menu di Microsoft Windows, kemudian klik dua kali My Network Places. Selanjutnya, klik dua kali View Entire Network. Jika ada perangkat yang lebih yang terhubung daripada yang Anda miliki atau perbolehkan di jaringan Anda, maka sepertinya terdapat pencuri WiFi.

Sebuah metode yang sama untuk menentukan status daftar pengguna WiFi adalah dengan memeriksa router DHCP client table Anda. Sama seperti cara melihat jaringan, DHCP client table Anda akan me-list mesin di koneksi jaringan Anda. Jika nomor melebihi apa yang telah Anda set up, dimungkinkan seseorang sedang mencuri WiFi Anda.

Sabtu, 30 Juni 2012

This is how Windows get infected with malware

When a Microsoft Windows machine gets infected by viruses/malware it does so mainly because users forget to update the Java JRE, Adobe Reader/Acrobat and Adobe Flash. This is revealed by a survey conducted by CSIS Security Group A/S.

Basis of the study
CSIS has over a period of almost three months actively collected real time data from various so-called exploit kits. An exploit kit is a commercial hacker toolbox that is actively exploited by computer criminals who take advantage of vulnerabilities in popular software. Up to 85 % of all virus infections occur as a result of drive-by attacks automated via commercial exploit kits.
The purpose of this study is to reveal precisely how Microsoft Windows machines are infected with malware and which browsers, versions of Windows and third party software that are at risk.
We have monitored more than 50 different exploit kits on 44 unique servers / IP addresses. Our figures come from the underlying statistical modules, thereby ensuring an as precise overview of the threat landscape as possible.
The statistical material covers all in all more than half a million user exposures out of which as many as 31.3 % were infected with the virus/malware due to missing security updates.
The thousands of users who unknowingly have been exposed to drive-by attacks have used the following web browsers:






Illustrated below is users distributed by the operating system that has been exposed to malicious code:






The numbers of Danish users who have been exposed during the observed period represent a total of 13,210 of which 2877 have been force-fed with malicious code - probably without the users’ knowledge. More than 80 % of the total number of infections is a so-called cocktail of viruses/malware, which typically consists of information and data thieves and fake security programs.
Most vulnerable programs
On the basis of the total statistical data of this study it is documented that following products frequently are abused by malware in order to infect Windows machines: Java JRE, Adobe Reader / Acrobat, Adobe Flash and Microsoft Internet Explorer. A more detailed summary is given below:






Vulnerabilities abused
Among the vulnerabilities we have observed abused by the monitored exploit kits, we find:
CVE-2010-1885 Microsoft Help & Support HCP
CVE-2010-1423 Java Deployment Toolkit insufficient argument validation
CVE-2010-0886 Java Unspecified vulnerability in the Java Deployment Toolkit component in Oracle Java SE
CVE-2010-0842 Java JRE MixerSequencer Invalid Array Index Remote Code Execution Vulnerability
CVE-2010-0840 Java trusted Methods Chaining Remote Code Execution Vulnerability
CVE-2009-1671 Java buffer overflows in the Deployment Toolkit ActiveX control in deploytk.dll
CVE-2009-0927 Adobe Reader Collab GetIcon
CVE-2008-2992 Adobe Reader util.printf
CVE-2008-0655 Adobe Reader CollectEmailInfo
CVE-2006-0003 IE MDAC
CVE-2006-4704 Microsoft Visual Studio 2005 WMI Object Broker Remote Code Execution Vulnerability
CVE-2004-0549 ShowModalDialog method and modifying the location to execute code
The reason why patching are essential
The conclusion of this study is that as much as 99.8 % of all virus/malware infections caused by commercial exploit kits are a direct result of the lack of updating five specific software packages.

An effective solution
With this study CSIS has received confirmation that our security program Heimdal is addressing a market not adequately covered by a proper patch routine or policy for this area. Since the statistical figures cover both private PCs and machines used for business purposes, it is our opinion that this is a general problem.
Heimdal can be used in several versions: a free test version, a pro version with advanced functionalities such as web filtering securing your online presence, and finally a corporate version which can easily be distributed and administered in a Microsoft Windows network.
Author: Peter Kruse, Partner & Security Specialist at CSIS

Selasa, 26 Juni 2012

Google Kembangkan Mesin yang Bisa Berpikir

Google Kembangkan Mesin yang Bisa Berpikir
TEMPO.CO , Jakarta- Para ilmuwan di laboratorium rahasia milik Google, Google X, berhasil mengembangkan sebuah mesin yang mampu belajar secara mandiri.

Dikutip dari situs teknologi The Verge, untuk membangun mesin ini tim Google X meniru otak manusia. Caranya dengan menyusun 1.000 komputer dengan 16 ribu core yang saling terhubung. Lalu, menghubungkannya dengan internet.

Mesin tersebut kemudian 'disuapi' suplai gambar berukuran 200x200 piksel dari 10 juta video YouTube yang dipilih secara acak.

"Dibanding membentuk tim riset untuk mencari tahu cara menemukan jawaban, kami memilih untuk melempar data berjumlah besar ke algoritma. Kami biarkan software secara otomatis belajar dari data tersebut,” ujarnya Andrew Y. Ng, ilmuwan komputer dari Stanford University yang memimpin riset ini.

Hasilnya, mesin ini mampu mengenali konsep kucing, secara mandiri. Mesin ini tidak pernah diajari atau diberikan data mengenai wujud kucing. Namun setelah mesin ini menemukan obyek yang muncul secara berulang, komputer mulai mengembangkan pemetaan yang akan digunakan untuk mendeteksi obyek serupa. Hal ini disebut serupa dengan proses di korteks otak, namun terjadi secara cybernetic.

Hasil riset ini berpotensi untuk meningkatkan hasil pencarian gambar, pengenalan suara, dan layanan alih bahasa.

Namun tim riset saat ini belum terlalu yakin apakah hasil riset ini benar-benar telah membuka era mesin yang dapat belajar secara mandiri.

»Akan sangat bagus bila kami dapat menggunakan algoritma yang sama untuk hal yang lebih besar. Tapi firasat saya, kami belum mendapat algoritma yang tepat," ujar Andrew.


THE VERGE | NEW YORK TIMES | CNET | RATNANING ASIH

Apple Akhirnya Hapus Klaim Mac Kebal Virus

TEMPO.CO, California - Menyusul serangan malware Flashback Trojan pada April lalu yang menimpa lebih dari 550 ribu unit perangkat Mac, Apple kini menghapus klaim bahwa produknya kebal dari serangan virus.


Dikutip dari Telegraph, Selasa, 26 Juni 2012, dalam situs resmi Apple, sebelumnya perusahaan pimpinan Tim Cook ini mengklaim bahwa perangkat Mac tidak bisa terinfeksi virus dan pengguna dapat menjaga data mereka tanpa melakukan apa-apa.

Kalimat sebelumnya yang berbunyi "perangkat Mac bukanlah produk yang rentan terhadap ribuan virus yang mewabah di komputer berbasis Windows" pun dihapus. Kalimat tersebut diganti dengan pernyataan yang relatif lebih "rendah hati", yaitu "mekanisme pertahanan yang ditanamkan pada OS X menjaga agar Anda tidak mengunduh software jahat di perangkat Mac Anda".

Graham Cluley, analis dari Sophos, menyatakan bahwa perubahan yang terjadi dalam situs Apple ini merupakan langkah kecil yang penting.

"Ini adalah masalah yang nyata dan Apple kini menjadi sedikit lebih berani untuk menerima kenyataan itu," ujarnya.

Menurut Cluley, langkah ini menunjukkan Apple telah memutuskan bahwa membandingkan antara jumlah malware di Windows dan produknya bukan langkah yang akan dipercayai publik. "Kecuali mereka juga terbuka bahwa ada malware yang menyerang Mac," ujarnya.

Serangan Flashback Trojan pada April lalu menyerang ratusan ribu pengguna Mac yang mayoritas berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan Australia.

Flashback Trojan menyebar lewat situs jahat yang berkedok update program Adobe Flash dan memanfaatkan kelemahan pada Java, bahasa pemprograman yang digunakan secara luas. Penjahat cyber memanfaatkan ini untuk mencuri data penting, seperti informasi perbankan.










TELEGRAPH | PC MAG | RATNANING ASIH

Senin, 25 Juni 2012

Fitur Baru Facebook: Cari Teman di Sekitarmu

TEMPO.CO , California - Facebook diam-diam meluncurkan fitur terbaru yang memungkinkan pengunanya menemukan teman atau pengguna Facebook lain yang berada dekat dengannya. Fitur ini disebut dengan Find Friends Nearby (FFN).
Dikutip dari situs teknologi TechCrunch, Senin, 25 Juni 2012, layanan ini dapat diakses via mobile web ataupun aplikasi Facebook di perangkat iOS dan Android.

Dengan layanan ini pengguna dapat menemukan pengguna lain yang bahkan tidak dikenalnya, selama mereka membuka platform FFN atau halaman fb.com/ffn.

Untuk pengguna aplikasi Facebook di iOS dan Android, layanan ini dapat diakses dengan membuka Menu dan memilih opsi "Find Friends" pada kolom Apps, dilanjutkan dengan memilih "Other Tools" dan terakhir "Find Friends Nearby".

Insinyur Facebook yang mendesain fitur ini, Ryan Patterson, menyatakan layanan tersebut efektif digunakan saat pengguna berada dalam kelompok yang baru ia kenal dan ingin tetap berhubungan dengan mereka.
"Ini menawarkan cara yang sangat mudah untuk bertukar informasi kontak dengan banyak orang sekaligus dan meminimalkan masalah," ujarnya.

Fitur baru ini muncul dua bulan setelah Facebook mengakuisisi Glancee, aplikasi yang mengandalkan lokasi untuk menemukan dan menghubungkan pengguna dengan temannya.

Sebelumnya Facebook juga telah memiliki fitur berbasis lokasi, yaitu Facebook Check-In. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat tempat mana saja yang telah dikunjungi temannya yang mengaktifkan layanan ini.

Awas, Security App Ini Ambil Data SMS

TEMPO.CO , Jakarta - Seharusnya software pengamanan bertugas menjaga perangkat dari serangan program jahat. Namun peneliti keamanan dari Kaspersky Lab menemukan fakta yang bertolak belakang.

Melalui keterangan tertulisnya, Senin, 25 Juni 2012, perusahaan antivirus asal Rusia itu mengungkapkan ada tiga file dalam Android Application Package (APK) yang tergolong sebagai software pengamanan justru menjadi pengintai.

Ketiga file APK dengan ukuran masing-masing 207 kilobita ini terdeteksi sebagai HEUR:Trojan-Spy.AndroidOS.Zitmo.a. 

"Semua aplikasi tersebut berbahaya dan diciptakan untuk mencuri SMS yang masuk dari perangkat yang terinfeksi," kata Denis Maslennikov, Senior Malware Analyst Kaspersky Lab.

SMS tersebut kemudian akan diunggah ke remote server dengan URL terenkripsi dan disimpan di dalam tubuh Trojan.

Salah satu domain remote server tersebut, kata Maslennikov, telah didaftarkan menggunakan data palsu yang sama yang digunakan untuk mendaftar ZeuS C & C pada tahun 2011. 

"Fungsi malware juga hampir sama dengan sampel ZitMo tua. Oleh karena itu, kami menyebut 'Android Premium Security Suite' sebagai New ZitMo,” ujarnya.

Sebelumnya perusahaan antivirus ini juga pernah menemukan 3 file lagi di dalam APK dengan fungsi yang sama persis. 

Jadi, setidaknya ada 6 file yang semuanya berpura-pura menjadi »Android Security Suite Premium", tapi sebenarnya diciptakan untuk mencuri SMS yang masuk.

Setelah perangkat file security abal-abal ini, akan muncul icon perisai biru dengan nama »Android Security Suite Premium”. Apabila aplikasi tersebut dibuka, akan terlihat "kode aktivasi"-nya.

Selain mencuri konten SMS, salah satu sifat Trojan ini adalah dapat menerima perintah untuk uninstall sendiri serta mencuri sistem informasi sekaligus mengaktifkan/menonaktifkan aplikasi tersebut.